Penyanyi asal Surabaya, Bernadya, baru saja menggelar pertunjukan spektakuler untuk album terbarunya, Semoga Hanya di Mimpi, di Tennis Indoor Senayan pada 25 Juli 2026. Malam itu, ia membawakan seluruh lagu dari album tersebut secara langsung, ditemani ribuan penggemar yang antusias.

Persiapan Matang dengan Sentuhan Kreatif

Di balik panggung, Bernadya mengaku sempat dilanda gugup. Namun, dengan dukungan tim dan arahan creative director Edy Khemod, ia berhasil menyulap setiap lagu menjadi sebuah alur cerita yang utuh. Nuansa era 2000-an yang diusung album terasa kuat lewat tata panggung, pencahayaan, dan properti unik seperti telepon rumah saat lagu Peluk Aku Sekarang.

Kejutan Kolaborasi yang Memukau

Pertunjukan semakin hidup saat Rendy Pandugo naik panggung untuk berduet dalam lagu Tolong Bilang Ini Mimpi. Kolaborasi ini menjadi salah satu momen paling dinanti. Tak berhenti di situ, Tenxi juga hadir dengan aransemen hipdut yang enerjik untuk lagu Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan, membuat penonton ikut bergoyang.

Sentuhan Nostalgia dari Lagu Lama

Setelah menyelesaikan semua lagu baru, Bernadya mengajak penonton bernostalgia lewat hit-hit lamanya seperti Apa Mungkin, Kata Mereka Ini Berlebihan, dan Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan. Suasana makin hangat saat semua larut dalam lirik yang familiar.

Showcase yang berlangsung sekitar dua setengah jam ini ditutup dengan lagu Lama-Lama yang diiringi confetti biru. Perpaduan visual, musik, dan interaksi manis dengan penonton sukses menggambarkan perkembangan musikal Bernadya yang semakin dewasa. Malam itu benar-benar menjadi pengalaman tak terlupakan bagi semua yang hadir.

Reporter: Salsabila Wahyudi